Showing posts with label About Love. Show all posts
Showing posts with label About Love. Show all posts
7 Tanda Pasangan Masih Terobesi dengan Mantan

7 Tanda Pasangan Masih Terobesi dengan Mantan



Punya hubungan baru memang sangat menyenangkan. Meskipun baru seumur jagung, kamu sudah berpikir jangka panjang. Kamu menginginkan hubungan bisa berlanjut hingga ke pernikahan, memiliki anak, hidup bahagia selamanya. Sayangnya, hidup kita bukan seperti film-film dongeng yang habis dalam waktu 2 jam saja, kan? Hidup kita berjalan terus ke depan dan belum tentu rencana di angan-angan bisa terealisasikan, apalagi jika ternyata kamu sadar bahwa pasangan masih berhubungan baik dengan mantannya. Berhubungan dengan mantan memang tak ada yang salah kok, tetapi bisa menjadi masalah kalau ternyata pasangan masih terobsesi dengan mantannya. Bagaimana cara untuk mengetahuinya?
1. OK: Jika kamu melihat dia nge-like postingan Facebooknya tentang pekerjaan baru mantannya, sepertinya itu bukan hal yang buruk atau mencurigakan. Pasalnya, bisa saja kalau pasangan kamu dan mantannya berpisah baik-baik dan masih saling menunjukkan dukungan tanpa cara menganggu, seperti contoh di atas. Tetap bahagia untuk mantan untuk urusan kebaikan si mantan, rasanya bukan hal yang salah.
Not OK: Pasangan kamu ketahuan kalau dia sering nge-like  dan komentar semua foto terbaru si mantan atau dia nge-like semua foto masa lalu mereka. Hal tersebut sering dilakukan. Bukan hal yang mencurigakan memang, tetapi hubungan yang sehat tak memerlukan nostalgia masa lalu terus menerus, kan?
2. OK: Dunia berasa damai saat melihat pasangan kamu dan mantannya berbicang sesekali di sebuah tempat makan dengan izin kamu. Selama tak dilakukan secara berlebihan dan kamu mengetahuinya, rasanya hubungan kamu akan jauh lebih sehat saat tak mencurigai orang lain.
Not OK: Mereka pergi bersama tanpa izin kamu. Pergi mengunjungi tempat-tempat yang sering mereka datangi saat mereka masih dalam status pacaran.
3. OK: Bertanya kabar ke mantan sesekali memang boleh-boleh saja.
Not OK: Kecuali jika dilakukan terus-menerus. Parahnya lagi jika pasangan kamu selalu menceritakan semuanya ke mantannya. Meminta pendapat untuk melakukan hal sesuatu ke mantan. Atau memberitahu sesuatu, tanpa kamu tahu sebelumnya.
4. OK: Mereka masih sering memberikan lelucon di messenger. Tak masalah. Karena mereka sudah putus, bukan berarti tak ada lagi hal menarik di antara mereka.
Not OK: Kecuali, jika kamu merasa bahwa dia mendapatkan sesuatu yang tak bisa kamu berikan.  Pasalnya, enggak menutup kemungkinan pasangan kamu sedang meminta dukungan emosional ke mantannya.
5. OK: Mungkin ada rasa amarah saat melihat beberapa foto mantan pasangan kamu di handphonenya saat kamu sedang nge-scroll galerinya hingga yang paling bawah. Namun, mungkin saja dia lupa untuk menghapus karena dia jarang melihat galeri di handphonenya.
Not OK: Yang (mungkin) jadi masalah adalah jika kamu masih melihat banyak sekali foto di handphonenya, di laptopnya (bahkan foto terbaru dari mantannya!), dan foto di dompetnya yang setiap hari pasti dia buka.
6. OK: pasangan kamu tertawa saat kamu menanyakan perasaan dia ke mantannya. Memang kadang, menertawakan masa lalu bukan sebuah kesalahan, apalagi jika pertanyaan kamu cukup konyol bagi dia.
Not OK: Namun, si dia malah langsung marah, langsung bersikap membela diri dan menuduh kamu macam-macam. Biasanya, ada hal yang sedang dia sembunyikan.
7. OK: membicarakan mantan untuk memberitahu masa lalunya adalah hal yang benar. Menunjukkan bahwa si dia adalah orang yang jujur, terbuka, dan tak ingin menyembunyikan apa pun.
Not OK: Adalah sebuah masalah jika ternyata pasangan kamu selalu memiliki cara untuk membicarakan mantannya. Setiap saat dia membicarakan mantannya, padahal menurutmu, tanpa menyebutkan nama si mantan, obrolan akan jauh lebih seru.
Pria Hanya Tahan Mendengarkan Curhatan Wanita Selama 6 Menit

Pria Hanya Tahan Mendengarkan Curhatan Wanita Selama 6 Menit



Salah satu bentuk perhatian pria yang diharapkan wanita adalah pria bisa mendengarkan semua ceritanya. Dan tentu akan sangat membahagiakan jika kita memiliki pasangan yang waktu 24 jamnya ada hanya untuk kita—yang sayangnya hal itu sangat mustahil. Namun, kamu tahu enggak bahwa sebuah penelitian mengatakan bahwa hanya 50 persen pria yang tahan dengar curhatan kamu selama enam menit.
Penelitian yang dilakukan oleh Ladbrokes kepada 2.000 orang dewasa ini menunjukkan fakta-fakta menarik terkait kemampuan mendengar baik pria dan wanita. Dari riset tersebut juga terungkap, meski pria hanya tahan enam menit saat mendengarkan curhatan kamu, mereka bisa fokus selama 15 menit untuk mendengar topik yang mereka suka. Umumnya percakapan tersebut dilakukan dengan teman pria dengan topik-topik, seperti bola atau kehidupan seks. Lebih dari setengah pria pun mengaku jika mereka memang bukan pendengar yang baik.
Tak jauh berbeda dengan pria, wanita pun ternyata memiliki pola yang hampir sama. Penelitian juga membuktikan jika kemampuan mendengar wanita lebih baik ketika mereka mengobrol dengan teman wanita dibanding pasangan. Berbeda dengan pria yang lebih suka membicarakan hobi, sebanyak 55% wanita gemar berbagi tentang hubungan percintaan.

Curhat ke pasangan sendiri memang hal yang sangat wajar, ya, Ladies. Namun, kamu juga harus peka mengetahui kapan saja waktu yang tepat dan dilarang untuk curhat sama si dia, Ladies. Sebaiknya, hindari curhat saat dia sedang nonton acara olahraga, bermain games, internetan, hingga kamu harus menghentikan curhatan kamu saat pasangan mulai mengalihkan cerita, menatap kosong, melihat handphone, atau tak menjawab sama sekali. Hal-hal seperi itu menjadi tanda bahwa dia sedang tak ada waktu untuk mendengarkan curhatan kamu atau mungkin topik curhatnya adalah masalah yang paling malas didengar pria. Seperti topik di bawah ini:
  1. Membicarakan orang yang enggak dia kenal. Siapa pun itu, entah teman kantor yang belum kamu kenalin, entah orang yang kamu temui di pinggir jalan, entah pacarnya teman kamu, seseorang yang nggak pasangan kamu kenal menjadi topik yang malas dia bahas.
  2. Sebaiknya enggak usah cerita bagaimana tampannya Taylor Lautner di film New Moon saat membuka baju. Atau enggak perlu juga cerita Chris Martin yang baru putus sama Jennifer Lawrence. Buat pria, hal tersebut benar-benar bukan hal yang penting.
  3. Apalagi jika kamu cerita tentang tas yang diskon hingga 70% di mall atau kamu cerita perbandingan harga di salah satu supermarket dengan supermarket lainnya.
  4. Hubungan cinta orang lain. Banyak wanita suka menceritakan hubungan cinta orang lain. Niatnya entah memang untuk cerita atau mungkin membuat perbandingan. Namun, cerita tentang hubungan teman atau orang lain justru membuat dia bosan dan enggak ada hal yang harus dia “petik” dari cerita itu. Maka, daripada bermaksud untuk membuat pacar lebih romantis dengan ceritain usaha pacarnya teman kamu, mending kamu katakan langsung, tanpa perlu bertele-tele.
  5. “Kamu sayang enggak sama aku?” Pertanyaan seperti itu, kerap kali dipertanyakan oleh wanita ke pasangannya. Apa pun niatnya, pertanyaan itu justru membuat pasangan kamu kesal dan enggan untuk membahasnya. Ingat, ya, Ladies, pasangan kamu enggak akan bertahan sama kamu jika dia merasa sudah enggak sayang sama kamu. Jadi, nggak perlu membahas perasaan dia ke kamu.
Nah, kayaknya kalau hanya sekadar cerita remeh dan niatkamu hanya mau didengarkan, kayaknya sahabat wanitamu bisa menjadi pendengar yang baik deh. 
Hubungan Awet Modal Kalimat I Love You

Hubungan Awet Modal Kalimat I Love You




Katanya, wanita perlunya pembuktian rasa cinta dari sikap atau tindakan daripada sebuah ucapan. Kalau boleh jujur,kalimat tersebut menjadi salah satu kebohongan yang sering diucapkan oleh wanita. Biar bagaimana pun, wanita tetap saja butuh kalimat yang memberitahunya bahwa kamu mencintainya, bahkan bukan hanya sebuah tindakan saja. Karena ekspresi cinta secara verbal sangat dibutuhkan—oh, tentu saja setelah beberapa tindakan kecil yang juga menunjukkan bahwa kalimat itu benar adanya.
Nah, biasanya, seringkali orang yang sudah masuk dalam hubungan jangka panjang—entah yang sudah menikah atau belum, perlahan mulai alpa untuk mengucapkan hal tersebut, padahal I Love You menjadi salah satu kalimat yang bisa membuat hubungan kalian lebih bertahan lama. Sebuah survei yang diadakan oleh 1.000 pasangan yang sudah menikah, mereka yang secara teratur mengatakan I Love You kepada pasangan dan diiringi dengan sentuhan secara fisik, merupakan dua rahasia untuk pernikahan yang bahagia. Maka tak heran jika berciuman, berhubungan seks, atau sekadar memeluk menjadi sama pentingnya dengan kalimat tersebut.
Rasanya, mengucapkan I Love You adalah hal yang sangat mudah dan ringan. Sayangnya, sering kali kita disibukkan dengan pekerjaan atau pertengkaran yang terus terjadi, sehingga kalimat tersebut sudah jarang terdengar. Kalimat tersebut seolah menjadi obat bagi pasangan kamu yang lelah beraktivitas. Kalimat tersebut pun bisa menjadi penawar racun dari pertengkaran-pertengkaran kalian. Kalimat yang dia baca, entah melalui pesan teks, mendengarkan langsung, atau membacanya di beberapa tempat di rumah, tentu akan membuat wanita merasa dicintai. Membuat wanita merasa diinginkan, dihargai, dan diperhatikan. Ssstt, cara seperti ini pun juga harus dilakukan oleh wanita. Agar pasangan kamu tahu bahwa kamu mencintainya. Bahwa kamu masih menginginkannya meskipun hubungan kalian sudah berjalan cukup lamaUntuk memberi tahu bahwa hanya dia yang selalu menarik untuk kamu.
Coba ingat-ingat lagi seberapa sering kamu mengatakan I Love You ke pasangan kamu? Sekali sehari? Dua kali sehari? Atau mungkin di setiap pesan teks dan telepon? Atau mungkin seminggu yang lalu? Jadi, menciptakan momen romantis bukan hal yang sulit, kan? Tanpa perlu biaya dan tenaga yang besar.

Kategori

Kategori